Selasa, 01 Juli 2014

SOFTSKILL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN 4

        PENGEDALIAN INTERN PENGGAJIAN       

PT A memperkerjakan 50 buruh produksi dan mempunyai prosedur penggajian sebagai berikut: Mandor pabrik mewawancarai pelamar dan berdasarkan wawancara tersebut ia menerima atau menolak pelamar tersebut. Saat pelamar direkrut ia menyiapkan formulir A1 dan memberikan ke mandor, mandor menuliskan tarif upak per jam untuk pegawai baru disudut formulir dan memberikannya ke bagian payroll sebagai pemberitahuan bahwa pekerja tersebut telah ditetapkan sebagai pegawai, mandor menyarankan bagian penggajian untuk menyesuaikan tarif. Setiap pekerja mengambil kartu absen pada senin pagi, mengisi namanya dan mencatat waktu kedatangan dan kepulangan tiap hari. Pada akhir minggu pekerja memasukan kartu absen untuk didata bagian payroll. Payroll mencatat transaksi penggajian dan memutakhirkan data. Cek gaji manual ditandatangani akuntan dan diberikan kepada mandor, mandor membagikan cek ke pegawai. Rekening gaji direkonsiliasi oleh akuntan kepala yang juga meyiapkan laporan pajak penghasilan bulana dan tahunan.

Dit: 

a. Sebutkan kelemahan paling serius dalam struktur pengendalian intern dan nyatakan salah saji yang mungkin dihasilan dari kelemahan tersebut! Apa saran anda?

b. Apa tujuan dari pengamatan pembyaran gaji yang mendadak, bagaimana prosedurnya?
Jawab:
a. Kelemahan yang paling serius dalam sistem pengendalian intern siklus penggajian PT A tersebut adalah
  • Sistem pencataatn gaji yang manual
  • Pegawai bersangkutan mencatat sendiri kartu absennya
  • Tidak ada pemisahan tugas untuk orang yang menandatangani cek, merekonsiliasi dan menyiapkan laporan pajak bulanan dan tahunan
Salah saji yang mungkin timbul dari kelemahan diatas dalah salah saji laba bersih perusahaan secara material, hal ini karena bisa saja terjadinya kesalahan dalam penetapan beban gaji akibat dari kecurangan yang dilakukan oleh pegawai ataupun akuntan kepala.
Saran untuk perbaikan kelemahan diatas seharusnya PT A menggunakan teknologi yang lebih canggih atau terkomputerisasi dalam pencatatan absen dan tidak diisi sendiri oleh pegawai yang bersangkutan. Serta harus adanya pemisahan tugas pada bagian akuntan.

b. Tujuan dari pengamatan gaji yang mendadak adalah untuk melakukan pengujian penggajian fiktif yang timbul dari defalkasi (kebohongan) yang dilakukan oleh pihak-pihak internal. Prosedurnya:
  • Masing-masing pegawai menerima dan menandatangani cek didepan penyelia dna auditor
  • Cek yang tidak diklaim harus menjadi subjek investigasi yang ekstensif untuk menentukan apakah cek yang tidak dikalim itu curang.