Minggu, 27 November 2011

About Alfin Fadil

Mencari kehidupan yang lebih baik untuk membahagiakan orang tuanya itulah moto hidup pria yang bernama Alfin Fadil. Ia merupakan Mahasiswa dari Universitas Gunadarma dan juga Bekerja disebuah perusahaan swasta.







Pria dengan tinggi 170 cm ini berkelahiran di Jakarta pada 30 April 1991, ia sangat hobi bermain musik. tinggal bersama temannya dikosan dijalan Nakula dalam, kali abang, Bekasi. Kegiatan sehari harinya bekerja dan kuliah.

Alfin merupakan seorang yang mandiri dan penuh tanggung jawab. ia sudah merantau kebeberapa pulau di Indonesia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Anak pertama dari ke 3 bersaudara ini sangatlah ingin membahagiakan kedua orang tuanya, ia setelah lulus SMA sudah tidak tinggal dengan orang tuanya, mencari pekerjaan dan juga melanjutkan kuliah. Alfin setelah lulus dari SMA melanjutkan pelatihan kerja di Bandung.

Setelah selesai, melanjutkan  kuliah dan sambil bekerja di Yogyakarta. Karena disana kurang nyaman, Alfin pun pindah ke Bekasi untuk melanjutkan kuliah dan bekerja. Ia tidak pernah mengeluh, ia terus bersemangat untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ia bisa membagi waktu antara pekerjaan dan kuliahnya.
Alfin sangat mudah bersosialisasi dengan lingkungannya, itulah modal ia bisa hidup mandiri. Dengan cara bekerja dia bisa menghidupi dirinya sendiri. Pria yang bercita-cita ingin menjadi akuntan ini sangat mengikuti perkembangan zaman. Ia selalu menyisihkan uang dari hasil gajinya untuk membeli laptop agar mudah mengikuti perkembangan  zaman.
Kita harus bisa mencontoh kehidupan dari Alfin Fadil ini, ia tidak pernah merepotkan kedua orang tuanya, hidup mandiri dan penuh tanggung jawab.

Senin, 21 November 2011

10.) Alur pemrosesan Data dan Faktor yang mempengaruhi kecepatannya


Alur Pemrosesan Data
                          



Keterangan:
Input : data yang akan di proses atau dibuat.
I/O : Input / Output.
Proses : Pengolahan data yang dimasukkan.
Memori : Tempat menyimpan data sementara pada saat data diproses.
Storage : Tempat menyimpan data secara permanen seteah diproses.
Output : Hasil dari proses yang berupa tampilan, suara, cetakan.


Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Proses
• Register
- Sejumlah area memori kecil yang digunakan untuk menyimpan instruksi selama proses
  berlangsung
- Ukuran dari register (work size) sesuai dengan jumlah data yang bisa diproses dalam satu  
  satuan waktu
- PC register saat ini 32 bit, artinya komputer mampu untuk memproses 4 byte data sekali
  jalan. Register akan terus berkembang ke 64 bit
• RAM
- Ukuran RAM berpengaruh langsung pada speed
- Semakin besar ukuran RAM pada PC akan semaki banyak data disimpan di memori.
- Jika aplikasi tidak cukup di load ke memori, maka secara bergantian dipindahkan ke
  secondary storage proses ini disebut swapping
• The System Clock
- Satu “Tick” dari clock dibutuhkan untuk merubah transistor dari On ke Off disebut dengan
  Clock Cycle
- Clock Cycle ukuran dalam Hertz (Hz) untuk mengukur Cycle per second. Jika PC 
   mempunyai kecepatan 300 Mhz, then its system clock “ticks” 300 milion times every
   second.
- Jika lebih cepat PC Clock berjalan, maka semakin banyak perintah-perintah yang dieksekusi
• The Bus
- Sebuah path diantara komponen dan komputer setiap data yang dikirimkan antar komponen
   melewati path
- Lebar Bus data menentukan seberapa banyak data ditransmisikan diantara CUP dan device
   lain
- Peripheral devices are connected to the CPU by an expansion bus
• Chace Memory
- Memory kecepatan tinggi untuk menyimpan instruksi yang akan dieksekusi oleh CPU
- Lokasi Chace langsung pada CPU diantara CPU dengan RAM sehingga lebih cepat
  dibandingkan dengan RAM
- CPU Resident chace is called level-1(L1) chace. External chace is called level-2 (L2) chace
- Kapasiatas Chace memory sangat berpengaruh pada kecepatan komputer


Sumber : www.dina_agustin.staff.gunadarma.ac.id

8.) Sistem Bilangan

Terbagi atas 4 macam yaitu :
1. Bilangan Desimal berbasis 10 (0-9)
2. Bilangan Binary berbasis 2  (0 dan 1)
3. Bilangan Oktal berbasis 8 (0-7)
4. Bilangan Hexadesimal berbasis 16
    (0-9,A,B,C,D,E,F)

Desimal
-          Digit angka antara 0 sampai dengan 9
-          Bentuk nilai suatu bilangan desimal terbagi menjadi 2 yaitu :
1.      Integer desimal ( bilangan bulat )
               8598 ®      8 x 103 = 8000
                                    5 x 102 =   500
                                    9 x 101 =     90
                                    8 x 100 =       8                                          
                                                   --------- +
                                                   8598


      Absolute Value : nilai mutlak dari masing-masing
                                   digit bilangan
      Position Value  : penimbang / bobot dari masing-masing
                                   digit tergantung dari letak posisinya.



(Posisi Digit (dari kanan)

Posisi Value

1
2
3
4
5

100 = 1
101 = 10
102 = 100
103 = 1000
104 = 10000




. Decimal Fraction ( pecahan desimal ) :
          nilai desimal yang mengandung nilai pecahan
          dibelakang koma.
Contoh : 183,75
  
1 x 102 = 100
8 x 101 =   80
3 x 100 =     3
7 x 10-1 =    0,7
5 x 10-2 =    0,05
                183,75

9.) Konversi SIstem Bilangan

l  I. Konversi dari Sistem Bilangan Desimal
l  A. Konversi Ke Sistem Bilangan Binari
                        Metode I :
                        Dengan membagi dengan 2 dan sisa pembagian merupakan digit binari dari bilangan binari hasil konversi
            Contoh :
            23 : 2 = 11 sisa 1
            11 : 2 =   5 sisa 1                    
            5   : 2 =   2 sisa 0
            2   : 2 =   1 sisa 0

Metode II :
Menjumlahkan bilangan-bilangan pangkat dua yang jumlahnya sama dengan bilangan desimal yang akan dikonversikan.
Contoh :
Bilangan desimal 45 dikonversi ke bilangan binar
            20 =   1
            22 =   4
            23 =   8
            25 = 32
                   ----+            ------------+
                   45                 101101


B. Konversi ke Bilangan Oktal
            Untuk mengkonversi bilangan desimal ke bilangan oktal
             dapat digunakan remainder method dengan
             pembaginya adalah basis dari bilagan Oktal yaitu 8
            Contoh
            385 : 8 = 48 sisa 1
            48 : 8 =   6 sisa 0





   
C. Konversi ke Bilangan Hexadesimal
     Dengan menggunakan remainder method dibagi  
     dengan basis bilangan hexadesimal yaitu 16
            Contoh
            1583 : 16 = 98 sisa 15 = F
            98 : 16 =   6 sisa 2
                                                6     2      F

II. Konversi dari Sistem Bilangan Binari
A.  Konversi ke sistem bilangan desimal
            Dari bilangan binari dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position value-nya.
           
            Contoh :
            1011012                      = 1 x 25 + 0 x 24 + 1 x 20 + 1 x 22 + 0 x 21 + 1 x 20
                                     =  32   + 0     +  8    +    4  +  0    +  1
                         =    4510

B. Konversi ke sistem bilangan oktal
            Konversi dari bilangan binary ke oktal dapat dilakukan dengan mengkonversi tiap tiga buat digit binari
            Contoh :1101101  dapat dikonversi ke oktal dengan cara :
                                    1     101     101

C. Konversi ke sistem bilangan hexadesimal
      Konversi dari bilangan binary ke hexadesimal dapat
      dilakukan dengan mengkonversi tiap empat buat digit binari
      Contoh : 1101101 dapat dikonversi ke hexadecimal dengan
                        110      1101
                            6          D

III. Konversi dari Sistem Bilangan Oktal
            A. Konversi ke sistem bilangan desimal
           
            Dari bilangan binari dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position value-nya.
            Contoh :
                   3248          = 3 x 82 + 2 x 81 + 4 x 80
                                    = 3 x 64 + 2 x 8 + 4 x 1
                                    = 192 + 16 + 4
                        = 212 10           







B. Konversi ke sistem bilangan biner
            Konversi dari bilangan Oktal ke Binari dapat dilakukan
      dengan mengkonversi masing-masing digit oktal ke 3 digit
      binari.
           
            Contoh :   
                        5   6   7  dapat dikonversi ke binari dengan cara :
                101   110    111

C. Konversi ke bilangan hexadesimal      Konversi dari bilangan oktal ke hexadesimal dapat
     dilakukan dengan cara merubah dari bilangan oktal
     menjadi bilangan binari terlebih dahulu, baru dikonversi
     ke bilangan hexadesimal

     Contoh :
             5       6        7  dikonversi terlebih dahulu  ke binari  :

            101    110    111

             dari bilangan binar baru dikonversi ke hexadesimal

            1         0111           0111

            1            7                  7

IV. Konversi dari Sistem Bilangan
A. HexadesimalKonversi ke sistem bilangan desimal
            Dari bilangan binari dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position value-nya.
            Contoh :
            B6A16   = 11 x 16+  6 x 16+  10 x 160
                                    = 11 x 256  + 6 x 16  + 10 x 1
                                    = 2816 + 96 + 10
                        = 292210
B. Konversi ke sistem bilangan binari
     Konversi dari bilangan hexadesimal ke Binari dapat dilakukan
    dengan mengkonversi masing-masing digit hexadesimal ke 4
    digit binari.
   
      Contoh :
      D       6         dapat dikonversi ke binari dengan cara :
    1101   0110
C. Konversi ke bilangan oktal
    
     Konversi dari bilangan hexadesimal ke oktal dapat
    dilakukan dengan cara merubah ke bilangan binar terlebih
    dahulu baru dikonversi ke oktal.
    Contoh :
     D         6  dapat dikonversi ke binar dengan cara :
  
    1101   0110
    Kemudian dikonversi ke bilangan oktal
    11  010  110
    
      3       2       6 
Contoh
l  mengubah desimal 4.095 menjadi heksa?




















l  Misalkan yang ingin dikonversi adalah 0.1011(2)
            Dalam hal ini, kita perlu melihat terlebih dahulu bilangan di belakang koma, yang dalam hal ini adalah 1011(2).

Minggu, 13 November 2011

Perkembangan Manusia

Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan. HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut.

Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu :

1. Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
2. Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3. Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
4. Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluh darah yang pertama.



1. Tahap-tahap Perkembangan Manusia

a. Tahapan Perkembangan pada masa embrio 

Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.

Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm.

Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.

Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.

Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).

Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)

Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.

Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.

Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.

b. Tahap perkembangan pada masa anak-anak

Masa anak-anak dimulai sejak lahir (bayi) hingga masa remaja. Bayi sangat membutuhkan air susu ibu (ASI). Sebaiknya ASI diberikan pada bayi selama dua belas bulan sejak kelahiran. Hal ini karena bayi membutuhkan ASI selama tahun pertama kehidupannya. Pada usia balita terjadi pertumbuhan sel-sel otak, sehingga diperlukan makanan yang bergizi.

Pada usia 6 bulan, gigi pertama bayi akan tumbuh yang disebut gigi susu. Setelah sekitar usia 6 tahun, gigi susu akan tanggal secara bergantian dan digantikan oleh gigi tetap. Seiring dengan bertambahnya usia, bayi akan belajar duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Otak tumbuh membesar dan bayi mulai berbicara.

Umumnya bayi mulai berjalan dan berbicara sekitar usia satu tahun. Pada usia tiga tahun, anak-anak mulai berbicara kalimat pendek. Menjelang usia sepuluh tahun anak-anak mulai mencari teman, mereka juga sudah tahu bagaimana berbagi, melakukan tugas mereka dan bekerjasama.

c. Tahap perkembangan pada masa remaja (pubertas)

Pertumbuhan dan perkembangan manusia menjadi dewasa melalui satu tahap yang disebut masa pubertas. Kata pubertas berasal dari kata latin yang berarti usia menjadi orang, suatu periode dalam mana anak dipersiapkan untuk mampu menjadi individu yang dapat melaksanakan tugas biologis berupa melanjutkan keturunannya atau berkembang biak.

Perubahan-perubahan biologis berupa mulai bekerjanya organ-organ reproduktif dan disertai pula oleh perubahan-perubahan yang bersifat psikologis. Pada masa ini baik laki-laki atau perempuan menunjukkan pertumbuhan yang cukup cepat. Badan akan bertambah tinggi, bertambah gemuk dan organ kelaminnya sudah mampu menghasilkan sel kelamin yang matang.

Ciri-ciri Penting Periode Pubertas :

a) Pubertas merupakan periode transisi dan tumpang tindih. Dikatakan transisi sebab pubertas berada dalam peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa remaja. Dikatakan tumpang tindih sebab beberapa ciri biologis-psikologis kanak-kanak masih dimiliknya, sementara beberapa ciri remaja dimilikinya pula.

b) Pubertas merupakan periode terjadinya perubahan yang sangat cepat. Perubahan dari bentuk tubuh kanak-kanak pada umumnya ke arah bentuk tubuh orang dewasa. Terjadi pula perubahan sikap dan sifat yang menonjol, terutama terhadap teman sebaya lawan jenis, terhadap permainan dan anggota keluarga.

c) Tubuhnya mulai menunjukkan mekar-tubuh yang membedakannya dengan tubuh kanak-kanak. Sebagian ciri pubertas yang dia miliki ditunjukkan dalam sikap, perasaan, keinginan, dan perbuatan-perbuatan. Sikapnya yang paling menonjol antara lain sikap tidak tenang dan tidak menentu.

d) Pertumbuhan dan perkembangan badannya, tumbuh normal, sesuai dengan usianya. Berat badannya 40 kg, dan tinggi badannya.

e) Perkembangan organ-organ seks wanita ditandai dengan adanya haid pertama atau “menarche” yang disertai dengan berbagai perasaan tidak enak bagi yang mengalaminya.

f) Haid (menstruasi) yang pertama kali dia alami pada usia 9 tahun. Jika dilihat dari usianya saat ia mengalami menstruasi, ia masih dalam masa kanak-kanak akhir.

g) Gejala yang mulai ditunjukkan dari dirinya yaitu :
- Pinggul yang membesar dan membulat
- Dada yang semakin nampak menonjol
- Tumbuhnya rambuh di daerah kelamin, ketiak, lengan dan kaki
- Perubahan suara dari suara kanak-kanak menjadi lebih merdu (melodius)
- Kelenjar keringat lebih aktif dan sering tumbuh jerawat
- Kulit menjadi lebih besar dibanding kulit anak-anak.

Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki.

Dengan kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan.
d. Tahap Perkembangan masa dewasa

Sebagai seorang individu yang sudah tergolong dewasa, peran dan tanggung jawabnya tentu makin bertambah besar. la tak lagi harus bergantung secara ekonomis, sosiologis ataupun psikologis pada orang tuanya. Mereka justru merasa tertantang untuk membukukan dirinya sebagai seorang pribadi dewasa yang mandiri.

Segala urusan ataupun masalah yang dialami dalam hidupnya sedapat mungkin akan ditangani sendiri tanpa bantuan orang lain, termasuk orang tua. Berbagai pengalaman baik yang berhasil maupun yang gagal dalam menghadapi suatu masalah akan dapat dijadikan pelajaran berharga guna mem-bentuk seorang pribadi yang matang, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap masa depannya.

Secara fisik, seorang dewasa muda (young adulthood) menampil-kan profil yang sempurna dalam arti bahwa pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek fisiologis telah mencapai posisi puncak. Mereka memiliki daya tahan dan taraf kesehatan yang prima sehingga dalam melakukan berbagai kegiatan tampak inisiatif, kreatif, energik, cepat, dan proaktif.

Secara umum, mereka yang tergolong dewasa muda (young) ialah mereka yang berusia 20-40 tahun. Menurut seorang ahli psikologi perkembangan, Santrock (1999), orang dewasa muda termasuk masa transisi, baik transisi secara fisik (physically trantition) transisi secara intelektual (cognitive trantition), serta transisi peran sosial (social role trantition).

Dari pertumbuhan fisik, menurut Santrock (1999) diketahui bahwa dewasa muda sedang mengalami peralihan dari masa remaja untuk memasuki masa tua. Pada masa ini, seorang individu tidak lagi disebut sebagai masa tanggung (akil balik), tetapi sudah tergolong sebagai seorang pribadi yang benar-benar dewasa (maturity).

la tidak lagi diperlakukan sebagai seorang anak atau remaja, tetapi sebagaimana layaknya seperti orang dewasa lain-nya. Penampilan fisiknya benar-benar matang sehingga siap melakukan tugas-tugas seperti orang dewasa lainnya, misalnya bekerja, menikah, dan mempunyai anak. la dapat bertindak secara bertanggung jawab untuk dirinya ataupun orang lain (termasuk keluarganya).

Segala tindakannya sudah dapat di-kenakan aturan-aturan hukum yang berlaku, artinya bila terjadi pelanggaran, akibat dari tindakannya akan memperoleh sanksi hukum (misalnya denda, dikenakan hukum pidana atau perdata}. Masa ini ditandai pula dengan adanya perubahan fisik, misalnya tumbuh bulu-bulu halus, perubahan suara, menstruasi, dan kemampuan reproduksi.

e. Perkembangan pada masa lanjut usia

Pada tingkat kedewasaan menengah (40-65 th) manusia mencapai puncak periode usia yang paling produktif . Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi, aspek ekonomi dan aspek sosial (BKKBN 1998).

Secara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus, yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ.

Secara ekonomi, penduduk lanjut usia lebih dipandang sebagai beban daripada sebagai sumber daya. Banyak orang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan banyak manfaat, bahkan ada yang sampai beranggapan bahwa kehidupan masa tua, seringkali dipersepsikan secara negatif sebagai beban keluarga dan masyarakat.

Dari aspek sosial, penduduk lanjut usia merupakan satu kelompok sosial sendiri. Di negara Barat, penduduk lanjut usia menduduki strata sosial di bawah kaum muda.
Menurut Bernice Neugarten (1968) James C. Chalhoun (1995) masa tua adalah suatu masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya. Tetapi bagi orang lain, periode ini adalah permulaan kemunduran. Usia tua dipandang sebagai masa kemunduran, masa kelemahan manusiawi dan sosial sangat tersebar luas dewasa ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4 yaitu :
Usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun, Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun, lanjut usia tua (old) 75 – 90 tahun dan usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun.

Sedangkan menurut Prayitno dalam Aryo (2002) mengatakan bahwa setiap orang yang berhubungan dengan lanjut usia adalah orang yang berusia 56 tahun ke atas, tidak mempunyai penghasilan dan tidak berdaya mencari nafkah untuk keperluan pokok bagi kehidupannya sehari-hari.

Pada umumnya pada masa lanjut usia ini orang mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotorik. Menurut Zainudin (2002) fungsi kognitif meliputi proses belajar, persepsi pemahaman, pengertian, perhatian dan lain-lain yang menyebabkan reaksi dan perilaku lanjut usia menjadi semakin lambat.

Fungsi psikomotorik meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan, tindakan, koordinasi yang berakibat bahwa lanjut usia kurang cekatan.


Sumber : http://www.gudangmateri.com/2010/08/pertumbuhan-dan-perkembangan-manusia.html

Pertumbuhan dan Perkembangan IPTEK

Periodisasi Sejarah
1) Zaman Purba (4 juta tahun lalu)
Dikenal dengan zaman batu,ciri ilmu yang dikembangkan adalah kemampuan mengamati,membedakan,memilih,dan melakukan percobaan. Hasil dari periode ini adalah pembuatan alat-alat batu,yang kemudian lebih disempurnakan dengan besi dan perunggunya,juga sistem bercocok tanam.
hasil budaya :
2) Zaman Yunani (600-200 SM)
Terjadi perubahan besar pada cara berpikir umat manusia,dan babak dimulainya teknologi. Antara lain ditemukannya dalil-dalil. Seperti phytagoras,archimedes,dll.
Phytagoras
Archimedes
3) Zaman Pertengahan (31 SM-628 M)
Zaman ini sering disebut zaman kegelapan karena perkembangan ilmu pengetahuan terhenti di Eropa. Agama Kristen mulai berkembang & mendominasi kehiduoan masyarakat eropa. Namun sebaliknya perkembangan IPTEK di dunia islam mulai menonjol.
Saya perkenalkan beberapa tokoh yang mengawali permulaan peradaban teknologi islam :
AL-KHWARIZMI  (Aljabar)
AL KINDI (Ahli Filsafat Islam yang pertama)
IBNU SINA (Bapak Kedokteran Modern)
4) Zaman Modern (658 M-Sekarang)
Zaman modern diawali dengan zaman Renaissance (fase kebangkitan kembali iptek di eropa). Orang mulai mengandalkan kekuatan rasio (akal),dan meninggalkan dogma-dogma agama.
Ilmuwan zaman modern yang sangat terkenal dan sempat menjadi orang number wahid se-dunia,ialah William Henry Gates atau dikenal dengan nama Bill Gates,pemilik microsoft corporation bersama sahabatnya Paul Allen.





Bill Gates
Paul Allen
Here is their great product !!
  
Sumber : http://sejarah.kompasiana.com/2011/10/25/pertumbuhan-dan-perkembangan-iptek/


Pengaruh Perkembangan Iptek (Globalisasi) Terhadap Kehidupan Masyarakat

  1. Pengembangan Iptek untuk Mewujudkan Masyarakat Maju dan Mandiri.
Menurut Rahadi Ramelan(2007:27), dipandang dari sudut budaya, perkembangan iptek suatu masyarakat dapat dijelaskan dalam hubungannya dengan faktor-faktor sebagai berikut:
  • oKonstelasi nilai-nilai dalam masyarakat atau bangsa dan komitmen masyarakat secara keseluruhan yang menyalurkan motifasi untuk mendukung, meyakini, dan menerapkan iptek dalam berbagai tingkatan maupun jenis penggunaannya
  • oKemampuan sistem iptek nasional dalam menghasilkan dan memasarkan hasil-hasilpenelitiannya serta mendorong penerapannya secara efisien dan efektif
  • oSetruktur lembaga-lembaga yang bergerak di bidang iptek yang menjembatani proses kreatif dan inofatif bagi para penelitinya.

  1. Memasyarakatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Gelombang kemajuan iptek di berbagai bidang seperti transportasi, komunikasi, dan informasi dan energi telah membawa banyak perubahan pada kehidupan dan gaya hidup manusia yang lebih dinamis.
Tidak dapat disangkal lagi jika pada era ini, segala aktifitas yang dilakukan masyarakat moderen sangat tergantung pada ketersediaan energi.

Masalah-masalah Perkembangan Iptek
Sejalan dengan perkembangan iptek yang sangat cepat, juga dihadapkan pada banyak masalah. Masalah tersebut antara lain:
  • oKebijakan yang sesuai dengan perkembangan iptek.
  • oPerlu dipikirkan startegi yang tepat, baik dalam arti proses, hasil, maupun peran serta perilaku iptek, terutama para pneliti harus disediakan fasilitas yang memadai.
  • oSektor produksi, kegiatan produksi di Indonesia baru sampai pada pemanfaatan kemajuan teknologi yang terkandung dalam berbagai peralatan yang digunakan.
  • oRagam kegiatan penelitian dan pengembangannya.

Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan pokok-pokok kebijakan:
  • Mengembangkan nilai iptek dan membentuk budaya iptek di masyarakat.
  • Mendorong kemitraan riset.
  • Mempercepat uapya manufaktur progresif.
  • Meningkatkan mutu produkdan proses produksi, produktifitas dan efisiensidan inofasi dalam penguasaan iptek.
  • Meningkatkan kwalitas, kwantitas, dan komposisi sumber daya manusia ipek.
  • Mengembangkan penataan dan pengolahan kelembagaan iptek.


Pengaruh perkembangan iptek terhadap kehidupan masyarakat
Bentuk-bentuk teknologi informasi dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.:
  • Bidang telekomunikasi,
  • Kita dapat menikmati hiburan di radio dan televisi,
  • Tersedia medi perekam dalam bentuk CD,
  • Kehadiran internet di masyarakat.
  • Dengan jasa komputer, pekerjaan menjadi mudah.

Alih teknologi.
Salah satu syarat terjadinya kemajuan teknologi atau alih teknologidalam negara berkembang adalah terjadinya pertumbuhan ekonomiyang cukup tinggi

Proses alih teknologi.
Pemindahan teknlogi dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu
  • Transfer material,
  • Transfer desain
  • Transfer kemampuan,
Pada tingkat nasional terdapat empat macam konsep alih teknologi,
  • Alih teknologi secara geografis,
  • Ali teknlogi kepada tenaga kerja local
  • Transmisi dan difusi teknologi
  • Pengembangan dan adaptasi teknologi
Hambatan alih teknologi
  • Hambatan yang timbul dari ketidaksempurnaan pasar teknologi.
  • Hambatan yang disebabkan oleh kurangnya pengalaaman dan dan keterampilan bangsa indonesia,
  • Hambatan dari sikap pemerintah
  • Hambatan sumber keuangan

Ada tiga hal yang perlu dianalisis dalam mencermati luas dan sifat alih teknologi
  • Sampai berapa jauhkah investasi asing dan bentuk kerja sama lain.
  • Seberapa besarkah spin off tecnologi(yang bisa disebut dengan kebocoran dan keterkaitan ) terhadap faktor produksi di Indonesia,
  • Kelompok manakah di negara penerima yang merupakan kelompok penerima manfaat utama.

Problema alih teknologi
Mengingat modal asing dengan teknologi itu dibawa ke Indonesia dan dialihkan kepada pihak Indonesia, maka proses alih teknologi menjadiproblema yang cukup gawat, yaitu:
  • Jenis teknologi yang dialihkan
  • Penilaian atas teknologi.
  • Cara alih teknologi,
  • Harga teknologinya.
  • Syarat-syarat yang menyertai alih teknologi
  • Penanaman dalam suatu perjanjian.

Sumber : http://blog.unnes.ac.id/hartanti33

Senin, 07 November 2011

7.) Representasi Data


Data Struktur                     :           Intoduction
Struktur dapat diartikan sebagai suatu susunan, bentuk, pola atau bangunan.
Data dapat diartikan sebagai suatu fakta, segala sesuatu yang dapat disimbolkan dengan kode-kode yang telah disediakan disetiap komputer.
Type data terdiri dari :
·         Data Tunggal   :  Integer, Real, Boolean, dan Karakter.
·         Data Majemuk :  String

Struktur data meliputi  :
·         Struktur data sederhana : Array dan Record
·         Struktur data majemuk   :
1.      Linier               :           Stack, Queue, Linier Link List
2.      Nonlinier         :           Tree, Binari Tree, Binary Search Tree, Graph.

Hal yang terpenting dalam mempelajari struktur data adalah erat kaitannya dengan pemilihan struktur data yan tepat membuat suatu algoritma yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah menjadi efisien, yang akan membantu logika kita dalam membuat program yang rumit, sehingga operasi-operasi penting dapat dieksekusi dengan sumber daya yang lebih kecil, memori lebih kecil, dan waktu eksekusi yang lebih cepat dan outputnya sesuai dengan yang diharapkan.

Gambar dibawah ini menjelaskan posisi algoritma dan struktur data dalam membuat program.


Algoritma adalah suatu strategi yang mengandalkan kemampuan berpikir secara logis untuk memecahkan suatu masalah.

Type Data
Disetiap bahasa pemrograman, disediakan berbagai jenis tipe data. Penentuan tipe data yang tepat akan menjadikan sebuah program dapat dieksekusi secara efektif.
Jenis-jenis Data :

1.      Integer yaitu data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek data dengan range
 -32768 s/d 32767.
Operasi yang dapat dilaksanakan :
·         Penambahan           ( + )
·         Pengurangan           ( - )
·         Perkalian                  ( * )
·         Pembagian Integer ( / )
·         Pemangkatan           ( ^ )
                                                                                

Operasi itu disebut operasi Binar atau aritmatic operator yaitu operasi yang bekerja terhadap 2 Integer (operand). Sedangkan operator yang mempunyai satu operand disebut Unar (Negasi = Not). Selain itu ada juga operasi tambahan yang disediakan oleh bahasa pemrograman tertentu, yaitu :
·         MOD   :   sisa hasil pembagian bilangan
·         DIV       :  hasil pembagi bilangan
·         ABS      :  mempositifkan bilangan negative
·         SQR     :  menghitung nilai akar dari bilangan

Penuisan didalam bahasa pemrograman Pascal : var a : integer

2.      Real

Data numerik yang mengandung pecahan digolongkan dalam jenis data Real ( floating point ). Operasi yang berlaku pada bilangan integer juga berlaku pada bilangan real. Selain itu ada operasi lainnya seperti :

INT   :  Membulatkan bilangan real, missal INT (34.67) = 34

3.      Boolean

Type ini dikenal pula sebagai “Logical Data Types”, digunakan untuk melakukan pengecekan suatu kondisi dalam suatu program. Elemen datanya hanya ada 2 yaitu True and False, biasanya dinyatakan pada sebagai 1 dan 0
Operatornya terdiri dari   :   AND, OR, NOT
                                                    Binar       Unar
Dalam urutan operasi Not mendapat prioritas pertama. Kemudian baru AND dan OR kecuali bila diberi tanda kurung.
Masih ingatkah anda dengan table logika?
Nilai True dan False dapat juga dihasilkan oleh operator Relational.
Operator tersebut : <, >, <=, >=, =, <>, =
Ex.    6  <  12   :  True
          A  <>  A  :  False
Contoh lainnya :




Logika
Dalam logika matematika, setiap pertanyaan atau kombinasi beberapa pernyataan memiliki nilai TRUE (benar) atau FALSE (salah). Kombinasi pernyataan dapat disusun dalam operasi-operasi logika, dengan operasi-operasi dasar sebagai berikut :
1.      Negasi (NOT), menghasilkan kebalikan nilai kebenaran dari suatu pernyataan.






2.      Disjungsi (OR), merupakan operasi dimana jika salah satu pernyataan bernilai benar, maka kombinasinya akan bernilai benar.
     








3.      Konjungsi (AND), merupakan operasi dimana jika salah satu pernyataan bernilai salah, maka kombinasinya akan salah.
           
      













4.      Karakter dan string

            Type Karakter mempunyai elemen sebagai berikut :
            (0,1,2,3,……,9,A,B,C,……X,Y,Z,?,*,/,…….)
            Data type majemuk yang dibentuk dari karakter disebut STRING.
            Suatu string adalah barisan hingga symbol yang diambil dari himpunan karakter yang
            digunakan untuk membentuk string dinamakan Alfabet.
            Contoh      :      Himpunan string (A.A.1) dapat berisi antara lain :
                                    (AB1), (A1B),(1AB),…..dst.
Secara umum suatu string S dinyatakan :
            S : a1, a2, a3, …. an.
Panjang dari string dilambangkan    I   S   I =N atau Length (S) = N dimana N adalah banyaknya karakter ppembentuk string.
Untuk string Null   l  l   =  0. Untuk blank (spasi)=1.


Operasi yang berlaku terhadap string

a.      Length(S)  Berfungsi untuk menghitung panjang suatu string.
            Contoh : S1adalah string = a1.a2.a3….an
                           S2 adalah string =b1.b2.b3….bk
                           Len(s2) = n  .   Len(s1) = k

b.      Concat (S1, S2)  yaitu concatenation (Penyambungan 2 buah string atau lebih. Penggabungan juga dapat dilakukan terhadap dirinya sendiri.
Contoh : Concat(s1,s2) = a1. . . . .an . b1 . . . . .bk
Atau dalam bentuk lain : a1 // s2, s1 + s2
c.       Substr(s,I,J) yaitu operasi pengambilan beberapa karakter dan string untuk membentuk string yang baru.
S  : adalah string
I   : adalah posisi karakter awal yang diambil
J   : adalah banyaknya karakter yang diambil
       Dimana I dan J bertype integer.
S1(a1,a2,a3,. . . . .an)
SUBSTR (s,3,2) = a3, a4  : s1 (a3,a4)
selain itu terdapat operasi pemenggalan lainnya yaitu :
RIGHT (s1,j) dan LEFT (s1, j)
        d.    Insert (s1,s2,j)

Operasi ini membutuhkan dua operand string dan sebuah operand integer.
Contoh : Insert (s1,s2,3) = a1,a2.b1,b2, . . . . bk,a3, . . . . an
                Menyisipkan s2 didalam s1 mulai posisi ke 3 dari s1.
Bila tidak ada statemen INSERT dalam bahasa pemrograman maka dapat dilakukan dengan cara lain, missal : LEFT (s1,j) // s2 // Right (s1,j)
        e.    Delete (s,i,j)

Operasi ini membutuhakan sebuah string dan dua operand integer.
Contoh : s1 : a1,a2,a3,. . . .an.
DELETE (s1,4,3) =  a1,a2,a3,a7,a8 . . . . an.
                Menghapus string pada posisi awal 4, sebanyak 3.
Bila tidak ada statemen DELETE dalam bahasa pemrograman maka dapat dilakukan dengan cara lain, missal :
LEFT (s1,j) // RIGHT (s1,j)
         f.    Index (s1,'substring')
Mencari posisi awal (karakter ke berapa) suatu substring pada suatu string.
Contoh : INDEX(s1,a3,a4,5) = 3
 
Dalam bahasa Pemrograman untuk membedakan sebuah string atau integer menggunakan tanda kutip. Integer : 34                  String : ‘34”.



Pemetaan (MAPPING) Type Data ke Storage

Komputermempresentasikan data dalambentukbiner, karenasetiap bit data dalamkomputerhanyadapatmenyimpanduamacam keada8an, yaituvoltasetinggidanvoltaserendah. Perbedaanvoltasetersebutmewakilinili TRUE dan FALSE atau bit ‘1’ dan ‘0’

RepresentasiKarakterdan String

Ada beberapaaturan yang digunakanuntukmenyatakankarakterdalam storage.Diantaranyaadalah :
1.      EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code)
EBICDIC adalahsuatusistempeng-kode-an (mapping) yang menggunakan 8 binary digital (bit) untukmenyatakansuatukarakterdalam alphabet.
(1 karakter = 8)
Dalam 8 bit terdapat (256) kemungkinankarakter yang dapatdibentuk.
2.      ASCII (American Standard Code For Information Interchange)
ASCII adalahcarapeng-kode-an yang menggunakan 7 bit untukmenyatakansuatukarakterdalam alphabet
(1 karakter = 7 bit). Dalam 7 bit terdapat(128) kemungkinankarakter yang dapatdibentuk, separuhdari yang dimiliki EBCDIC.
3.      BCD (Binary Coded Decimal)
BCD inimenggunakan 4 bit untuksetiapkarkternya.
4.      PACKED DECIMAL
Packed Decimal umumnyadigunakanuntukkarakterberjenis data numeric dengancarapenyimpanannyamenggunakan 2 digit setiap 8 bit. Pada 8 bit terakhirdisimpanselain digit derajatterendah, jugatandadaribilangantersebut (positifataunegatif).

Berikutiniperbandingankode EBCDIC, ASCII, dan PACKED-DECIMAL untukmenyatakan +903.
                                                9          0            3                    +
EBCDIC                                  : 11111001 11110000 11110011 01001110
ASCII                          :   0111001   0110000   0110011    0101011
PACKED DECIMAL   : 10010000 00111100

5.      Unicode
Unicode menggunakan 16 bit untukmempresentasikankarkter. Dengandemikian, banyaknyakarakter yang dapatdipresentasikanadalah 216 atau 65.536 karakter.
6.      Keunggulan Unicode dari ASCII adalahkemampuannyauntukmenyimpansimbol / karakter yang jauhlebihbesar. Himpunan 256 karakterpertamadari Unicode merupakanpemetaankarakter ASCII 8 bit, sehingga Unicode tetapkompatibeldengan ASCII. Selainmempresentasikanseluruhkarakter ASCII, Unicode dapatmempresentasikanjugaberbagaimacamsimboldiluar ASCII, sepertihuruf Arab, Kanji, Hiragana, Katakana, dan lain-lain






RepresentasiBilanganBulat / Integer

BilanganBulatTakBertandadapatdipresentasikandengan
·         Bilanganbiner – octal – heksadesimal
·         Gray code
·         BCD (binary coded decimal)

BilanganbulatBertanda(positifataunegatif) dapatdipresentasikandengan
·         Sign/Magnitude (S/M)
·         1’s complement
·         2’s complement

Untukbilanganbulatpositif, tidakadaperbedaandalamketigamacamrepresentasibilangandiatas.Terdapatpersamaandalamketigarepresentasitersebutberupadigunakannya MSB (most significant bit)sebagaipenanda.MSB bernilai ‘0’ untukbilanganpositifdan ‘1’ untukbilangannegatif.









      7                     6                    5                   4                    3                    2                     1                         0
MSB                                                                                                                                             LSB


*      SIGN / MAGNITUDE

Salah satu storage mapping yang dapatdilakukanterhadap integer adalahapa yang disebutbentuksign-and-magnitude, yaitu digit untuktanda integer positifatau negative dansebarisan digit untukmenyatakan magnitude / besarnya.
Contoh :           -7 = -111 dan +7 = +111

Bagikitamudahbekerjaterhadapbilangandalambentuk sign-and-magnitude, namunapabiladilakukanpenjumlahandengankedua operand berbedatanda, penjumkahanakanberalihmenjadipengurangan yang kadang-kadangmenimbulkankesukaran. Untukitudigunakanapa yang disebutsebagaiCOMPLEMENT (merubahtandanegatifpadabilanganpenguranganmenjaditandapositif)

X’ adalah complement dari X terhadap R ( R’s complement dari X ) bila X + X’ = R
            X’ = R – X menyatakan integer negatif –X

Representasinegatifdarisuatubilangandiperolehdaribentukpositifnyadenganmengubah bit pada MSB menjadibernilai 1. Jikadipergunakan N bit untukrepresentasi data, makarentangnilai yang dapatdipresentasikanadalah
-1  s.d-1

Contoh :jikadipergunakan 5 bit untukrepresentasibilangan
+3 = 00011
-3 = 10011

TerdapatduajemisComplement :



*      ONE’S COMPLEMENT

Representasinegatifdarisuatubilangandiperolehdenganmengkomplmenkanseluruh bit darinilaipositifnya. Jikadipergunakan N bit untukrepresentasi data, makarentangnilai yang dapatdirepresentasikanadalah-1  s.d-1

1’s complement menggunakan mapping denganR = -1
N adalahjumlah bit integer yang dapatdisajikan

Contoh :jikadipergunakan 5 bit untukrepresentasibilangan
+3 = 00011
-3 = 10011


*      TWO’S COMPLEMENT
Representasinegatifdarisuatubilangandiperolehdenganmengurangkan 2n dengannilaipositifnya.Jikadipergunakan N bit untukrepresentasi data, makarentangnilai yang dapatdirepresentasikanadalah-1  s.d-1
Two’s Complement menggunakan mapping denganR =

Contoh :jikadipergunakan 5 bit untukrepresentasibilangan
 =  = 100000
+3 = 00011
-3 = 100000 – 00011
100000
00011  -

11101

→ -3 = 11101




















PERBANDINGAN
Berikuttabelperbandingaketigacarareprensentasibilanganbulatbertanda

B



b3b2b1
Sign/Magnitude
1’s complement
2’s complement
0111
+7
+7
+7
0110
+6
+6
+6
0101
+5
+5
+5
0100
+4
+4
+4
0011
+3
+3
+3
0010
+2
+2
+2
0001
+1
+1
+1
0000
+0
+0
+0
1000
-0
-7
-8
1001
-1
-6
-7
1010
-2
-5
-6
1011
-3
-4
-5
1100
-4
-3
-4
1101
-5
-2
-3
1110
-6
-1
-2
1111
-7
-0
-1





















RepresentasiBilanganPecahan / Floating Point

Bilanganpecahandapat di representasikandalambentukpecahanbiasaataudalambentikscientific

o   BentukPecahanBiasa

Dalambentukpecahanbiasa, bilangandirepresentasikanlangsungkedalambentukbinernya.
Contoh : 27.625 = 11011.1012

o   Bentuk S C I E N T I F I C

Dalamnotasi scientific, bilanganpecahandinyatakansebagai x - ±M .
M = mantissa
B = basis
E = eksponen
Contoh : 5.700.000 = 57.105 → M = 57, B = 10, E =5

Masalah :terdapattakberhinggabanyaknyarepresentasi yang dapatdibuat. Dalamcontohsebelumnya 5.700.000 = 57.10=570.104 = 5,7. 106 = 0,57.107= 0,057.108 dst. Untukmengatasinya, ditentukanadanyabentuknorma, dengansyarat

1/B =│M│< 1

Dengandemikian, bentuk scientific yang normal (memenuhipesyaratan) dari 5.700.000 adalah 0,57.107

Dalambentuk  normaltersebut, selaludiperoleh mantissa berbentuk 0, sehinggadalamrepresentasinyakedalam bit data, fraksi ‘0’ tersebutdapatdihilangkan

Mantissa daneksponentersebutdapatdirepresentasikanmenggunakansalahsatucararepresentasibilanganbulatbertanda yang telahdibahasdiatas. Representasi yang dipilihdapatsajaberbedaantara mantissa denganeksponennya.

Contoh :
o   Digunakanuntaian 16 bit untukrepresentasibilanganpecahan
o   10 bit pertamadigunakanuntukmenyimpan mantissa dalambentuk S/M
o   6 bit sisanyadigunakanuntukmenyimpan mantissa dalambentuk 1’s complement

Contohakandirepresentasikanbilangan 0,00000075
















15
14
13
12
11
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0

Mantissa
Eksponen

0,00000075 = 0,75 . 10-6 → M = 0,75 ; E = -6

RepresentasiMantissa :
0,75 = 0,112. Karenasudahdalambentuk normal ‘0’ dapatdihilangkan
S/M → MSB sebagaipenanda.Dengandemikian, mantissa = 0110000000


RepresentasiEksponen :
6 = 1102. Karenadigunakan 6 bit. 1102 = 000110
1’s complement → -6 = 111001

Representasi :

0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
0
0
1
15
14
13
12
11
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0